
Flip Globe | 22 Oktober 2025
By : Anonim
Bayangkan kamu punya rekan bisnis atau supplier di China, dan harus segera melakukan pembayaran. Kamu sudah transfer lewat bank, tapi uangnya baru sampai beberapa hari kemudian, itupun jumlahnya berkurang karena ada potongan yang nggak dijelaskan sebelumnya.
Masalah seperti ini sering dialami banyak orang yang melakukan transfer internasional ke China lewat bank konvensional. Di era serba digital sekarang, seharusnya kirim uang lintas negara bisa lebih cepat dan efisien.
Nah, di artikel ini kamu akan tahu apa saja perbedaan besar antara transfer uang ke China via bank konvensional dan lewat Flip Globe, terutama dari segi cara kerja, biaya, dan kecepatannya.
Transfer uang ke luar negeri lewat bank konvensional masih menggunakan sistem lama yang disebut SWIFT network (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication).
Setiap kali kamu melakukan transaksi internasional, uang tidak langsung dikirim dari bank pengirim ke bank penerima. Prosesnya melalui beberapa bank perantara (correspondent banks) yang berfungsi sebagai jembatan antarnegara.
Misalnya, kamu kirim uang dari Jakarta ke Beijing. Uangmu bisa melewati:
Setiap bank perantara ini biasanya mengenakan biaya tambahan yang disebut correspondent bank fee. Akibatnya, jumlah uang yang sampai di rekening penerima sering kali lebih sedikit dari yang kamu kirim.
Selain itu, proses transfer lewat jalur SWIFT bisa memakan waktu 2–5 hari kerja tergantung negara tujuan dan jadwal operasional bank. Kalau kamu transfer di akhir pekan atau menjelang libur panjang, uang bisa tertahan lebih lama.
Baca Juga: Serba-serbi Swift Code: Definisi dan Cara Kerjanya
Biar lebih jelas, berikut beberapa hal yang bikin banyak orang mulai mencari alternatif selain bank konvensional untuk kirim uang ke luar negeri:
Bank konvensional biasanya mengenakan biaya tetap (flat fee) yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah per transaksi. Di luar itu, masih ada biaya tersembunyi seperti spread kurs (selisih antara kurs jual dan kurs pasar) serta potongan dari bank koresponden.
Kamu mungkin diberi tahu biaya awal Rp150.000, tapi ternyata setelah uang sampai, nominalnya berkurang karena potongan tambahan dari pihak lain yang tidak dijelaskan di awal.
Karena uang melewati beberapa perantara, waktu transfer jadi lebih lama. Bahkan dalam beberapa kasus, transfer bisa tertunda karena verifikasi tambahan atau kesalahan data rekening penerima.
Padahal, buat kamu yang punya keperluan bisnis atau pembayaran supplier, keterlambatan bisa menimbulkan kerugian.
Bank konvensional biasanya menetapkan kurs jual yang lebih tinggi dibanding kurs tengah pasar. Selisihnya bisa mencapai 200–400 rupiah per dolar atau yuan, tergantung kebijakan bank. Jadi selain biaya transfer, kamu juga kehilangan nilai tukar yang sebenarnya bisa dihemat.
Untuk melakukan transfer internasional, kamu sering harus datang langsung ke cabang, isi formulir manual, dan menunggu antrean. Kadang petugas akan menanyakan alasan pengiriman atau dokumen tambahan. Buat kamu yang butuh transaksi cepat, proses ini jelas bikin repot.
Baca Juga: Tutorial Transfer ke China Lewat Alipay Pake Flip Globe
Berbeda dari sistem bank konvensional, Flip Globe bekerja dengan mekanisme transfer modern yang lebih efisien dan berbasis digital.
Flip Globe menggunakan jaringan global mitra resmi yang sudah terintegrasi secara langsung di berbagai negara, termasuk China. Prosesnya sepenuhnya online, kamu bisa kirim uang dari aplikasi Flip tanpa harus datang ke bank atau mengisi dokumen manual.
Berikut cara kerjanya secara sederhana:
Karena tidak melewati bank koresponden, biaya jauh lebih rendah dan prosesnya lebih cepat.
Selain itu, Flip Globe diawasi langsung oleh Bank Indonesia, jadi keamanannya terjamin dan setiap transaksi bisa dilacak statusnya secara real-time lewat aplikasi.
Supaya lebih konkret, berikut contoh perbandingan antara transfer ke China lewat bank konvensional dan Flip Globe:
Aspek | Bank Konvensional | Flip Globe |
| Biaya Transfer | Rp150.000 – Rp400.000 per transaksi | ±Rp50.000, tanpa biaya tersembunyi |
| Kurs | Lebih tinggi dari kurs pasar (spread 200–400 rupiah) | Kurs kompetitif & transparan |
| Correspondent Fee | Ada (dipotong di tengah oleh bank perantara) | Tidak ada |
| Waktu Pengiriman | 2–5 hari kerja | 1 hari kerja atau kurang |
| Proses | Manual, perlu datang ke cabang | Online 100%, lewat aplikasi Flip |
| Keamanan | Aman, tapi tidak real-time | Aman & diawasi Bank Indonesia |
| Transparansi Biaya | Rendah, banyak potongan tak terlihat | Tinggi, semua biaya ditampilkan di awal |
Dari tabel ini, terlihat jelas bahwa Flip Globe lebih unggul dalam hal efisiensi, transparansi, dan biaya. Buat kamu yang sering kirim uang ke China, memilih layanan yang kurs dan biayanya jelas bisa menghemat banyak dalam jangka panjang.
Misalnya kamu ingin mengirim Rp30 juta ke China untuk pembayaran barang.
Selisih 265 yuan mungkin terlihat kecil, tapi nilainya bisa mencapai lebih dari Rp700.000. Dalam bisnis yang melakukan transfer rutin, selisih ini bisa berarti margin keuntungan yang signifikan.
Flip Globe bukan cuma soal murah dan cepat, tapi juga soal kejelasan. Kamu tahu berapa yang kamu kirim, berapa yang diterima, dan berapa kurs yang digunakan.
Keunggulan utama Flip Globe:
Buat kamu yang rutin melakukan transaksi ke China, baik untuk keluarga, pendidikan, maupun bisnis, Flip Globe bisa bantu kamu menghemat waktu dan biaya setiap kali transfer.
Transfer uang ke China tidak harus rumit dan mahal. Bank konvensional memang masih bisa diandalkan, tapi biaya tinggi, proses lama, dan kurs tidak transparan membuatnya kurang efisien di era digital.
Dengan Flip Globe, semuanya lebih sederhana: kurs kompetitif, biaya rendah, proses cepat, dan tanpa potongan tersembunyi.
Jadi, kalau kamu ingin kirim uang ke China dengan cara yang lebih modern, hemat, dan transparan, jawabannya sudah jelas.
Share