
Tidak Berkategori | 5 Agustus 2025
By : Anonim
Pernah dengar istilah remittance saat membahas kirim uang ke luar negeri? Mungkin kamu juga sudah familiar dengan transaksi seperti transfer dana ke anak yang kuliah di Australia, kirim uang ke supplier di Jepang, atau terima pembayaran dari klien luar negeri.
Nah, semua itu termasuk dalam kategori remittance, atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai “pengiriman uang lintas negara”. Tapi sebenarnya ada dua jenis remittance yang perlu kamu pahami: outward remittance dan inward remittance.
Apa sih bedanya? Kapan kamu menggunakan yang mana? Dan layanan seperti Flip Globe termasuk yang mana? Yuk kita bahas satu per satu supaya kamu lebih paham dan bisa transfer dengan aman.
Sebelum masuk ke proses dan penggunaannya, kamu perlu tahu dulu pengertian dasarnya. Karena dari sini, kamu bisa tahu posisi kamu sebagai pengirim atau penerima dana.
Outward remittance adalah proses mengirim uang dari dalam negeri ke luar negeri, biasanya dalam mata uang asing (valuta asing).
Supaya lebih mudah, begini contohnya:
Jadi, jika kamu tinggal di Indonesia dan ingin mentransfer dana ke penerima yang berada di luar negeri, itu termasuk outward remittance.
Sebaliknya, inward remittance adalah menerima dana dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini dilakukan saat orang atau institusi di luar negeri mengirim uang ke rekening di Indonesia.
Contoh dari inward remittance:
Keduanya sama-sama penting, dan masing-masing memiliki aturan serta proses tersendiri.
Setelah tahu definisinya, sekarang saatnya pahami bagaimana proses dan tujuan penggunaannya. Meski sama-sama transfer antarnegara, mekanisme dan ketentuan keduanya bisa berbeda.
Baca Juga: Macam-Macam Alat Pembayaran Luar Negeri, Pengusaha Wajib Tahu!
Kalau kamu adalah pengguna di Indonesia dan ingin mengirim uang ke luar negeri, misalnya untuk bayar biaya sekolah anak, belanja barang, atau transaksi bisnis, yang berlaku adalah outward remittance.
Kamu dianggap sebagai pihak pengirim, dan transaksi kamu akan mengikuti semua regulasi yang mengatur pengiriman dana lintas negara. Ini termasuk:
Sebaliknya, kalau kamu adalah orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dan ingin kirim uang ke keluarga di Indonesia, maka kamu melakukan inward remittance dari luar negeri.
Kapan Harus Pakai Outward vs Inward Remittance?
Berikut beberapa skenario supaya kamu bisa tahu kapan menggunakan masing-masing jenis remittance:
Situasi | Termasuk Outward atau Inward? |
| Kirim uang ke anak kuliah di Jepang | Outward Remittance |
| Bayar invoice supplier di China | Outward Remittance |
| Terima pembayaran dari klien di Eropa | Inward Remittance |
| Freelancer Indonesia dibayar dalam USD | Inward Remittance |
| Beli barang dari marketplace luar negeri | Outward Remittance |
| Terima gaji dari kerja remote luar negeri | Inward Remittance |
Bank Indonesia mewajibkan bahwa semua transaksi pengiriman valas ke luar negeri dilakukan lewat penyedia jasa transfer dana (PJTKDN) yang sudah terdaftar dan diawasi oleh BI. Ini penting agar:
Kamu bisa cek daftar PJTKDN legal di situs resmi Bank Indonesia. Platform seperti Flip Globe termasuk yang legal, transparan, dan aman digunakan untuk outward remittance.
Kalau kamu butuh kirim uang ke luar negeri, sekarang nggak perlu bingung atau ribet. Flip menyediakan fitur Flip Globe yang memungkinkan kamu melakukan outward remittance ke lebih dari 60 negara hanya lewat aplikasi.
Flip sudah terdaftar resmi di Bank Indonesia, jadi kamu bisa tenang karena setiap transaksi mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk batasan nominal dan pelaporan transaksi besar.
Flip Globe menampilkan seluruh informasi biaya secara transparan. Kamu tahu persis berapa yang akan kamu bayar, dan berapa yang akan diterima oleh penerima di luar negeri. Tidak ada potongan dari bank koresponden atau biaya SWIFT tambahan.
Flip memberikan kurs yang setara dengan kurs tengah, dan bisa kamu lihat langsung sebelum konfirmasi pembayaran. Nggak perlu takut rugi karena selisih kurs yang tidak jelas.
Cukup lewat aplikasi Flip, kamu bisa isi data penerima, pilih negara, dan transfer. Proses bisa kamu lacak, dan akan mendapatkan notifikasi begitu uang sampai ke tujuan.
Baca Juga: Cara Transfer Uang Ke Luar Negeri Pakai Flip
Supaya transaksi kamu lancar dan tidak bermasalah, ikuti beberapa tips ini:
Selalu cek legalitas penyedia layanan. Flip Globe sudah terverifikasi dan jadi salah satu penyedia jasa resmi yang bisa kamu andalkan.
Kalau suatu layanan tidak transparan soal biaya admin, potongan, atau kurs—sebaiknya hindari. Kamu bisa kena selisih besar dan dana tidak sampai utuh.
Pastikan kamu menuliskan nama, nomor rekening, dan kode SWIFT penerima dengan benar. Kesalahan sekecil apa pun bisa membuat uang tertahan atau dikembalikan.
Dokumentasi penting untuk pelacakan jika terjadi kendala. Flip menyediakan email dan bukti transaksi digital yang bisa kamu simpan kapan saja.
Memahami perbedaan outward dan inward remittance akan membantumu mengambil keputusan yang tepat saat melakukan transfer dana lintas negara.
Kalau kamu kirim uang dari Indonesia ke luar negeri, artinya kamu melakukan outward remittance—dan kamu wajib pakai layanan yang legal, transparan, dan terdaftar di Bank Indonesia.
Share