Flip Globe | 30 Desember 2025
By : Anonim
Bisnis impor dari China sedang naik daun. Mulai dari produk fashion, perlengkapan rumah tangga, hingga komponen elektronik, semuanya bisa dibeli dengan harga grosir yang jauh lebih murah dibanding di dalam negeri.
Tapi meskipun terlihat menguntungkan, banyak pelaku usaha yang baru mulai impor sering terkejut dengan total biaya yang muncul setelah barang tiba di pelabuhan.
Selain harga produk, masih ada ongkos kirim, pajak, asuransi, dan berbagai biaya tambahan lain yang perlu diperhitungkan. Jika tidak disiapkan dengan matang, margin keuntungan bisa langsung tergerus.
Supaya kamu bisa mengimpor dengan lebih cerdas dan efisien, mari bahas satu per satu komponen biaya impor dari China serta tips agar semuanya bisa lebih hemat.
Sebelum menghitung total modal, kamu harus tahu dulu komponen biaya apa saja yang biasanya muncul saat melakukan impor barang dari China ke Indonesia.
Ini adalah biaya utama dalam kegiatan impor. Harga barang biasanya tergantung pada jumlah pembelian (minimum order quantity), jenis bahan, dan tingkat kualitas.
Supplier di China sering memberikan potongan harga khusus untuk pembelian besar, jadi semakin banyak kamu membeli, semakin rendah harga satuannya.
Namun, pastikan kamu membandingkan beberapa supplier sebelum memutuskan agar harga yang kamu dapat benar-benar kompetitif tanpa mengorbankan kualitas.
Setelah harga barang, biaya terbesar berikutnya adalah ongkos pengiriman dari China ke Indonesia. Ada dua jalur utama yang bisa kamu pilih:
Beberapa supplier besar biasanya punya kerja sama dengan ekspedisi internasional yang bisa memberikan tarif khusus. Jadi, jangan ragu untuk menanyakan pilihan pengiriman saat negosiasi.
Baca Juga: 8 Cara Mudah Menjadi Reseller Barang Impor untuk Pemula
Saat barang tiba di pelabuhan Indonesia, kamu wajib membayar bea masuk, pajak impor, dan PPN.
Besaran tarif pajak tergantung pada jenis produk dan nilai barang yang tercantum dalam invoice. Umumnya meliputi:
Kamu bisa mengecek tarif resmi di situs Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berdasarkan HS Code produk.
Meski opsional, asuransi sangat disarankan untuk melindungi barang dari risiko rusak atau hilang selama pengiriman.
Biayanya relatif kecil, biasanya sekitar 0,3–0,5% dari nilai barang, tapi manfaatnya besar untuk keamanan transaksi.
Banyak importir pemula yang kehilangan uang atau waktu karena kesalahan sederhana dalam proses impor. Mengetahui kesalahan umum ini bisa membantu kamu menghindari kerugian yang tidak perlu.
Salah satu kesalahan paling fatal adalah membeli dari supplier yang tidak jelas reputasinya. Banyak pelaku baru tergiur harga murah tanpa mengecek kredibilitas toko di platform seperti 1688, Alibaba, atau DHgate.
Jadi, selalu periksa ulasan, riwayat transaksi, dan label Verified Supplier sebelum melakukan pembayaran.
Sebagian orang hanya menghitung harga barang dan ongkir, padahal bea masuk dan PPN sering kali lebih besar dari yang diperkirakan.
Kurangnya dokumen seperti invoice, packing list, atau bill of lading juga bisa menyebabkan barang tertahan di bea cukai.
Ongkir internasional biasanya dihitung berdasarkan volume weight (panjang x lebar x tinggi ÷ pembagi tertentu), bukan berat aktual.
Jika kamu tidak memperhitungkan ini, ongkos kirim bisa membengkak jauh di atas estimasi awal.
Baca Juga: 10 Tips agar UMKM Lebih Hemat Saat Bayar Supplier di Luar Negeri
Pemilihan jalur pengiriman menjadi faktor penting dalam efisiensi biaya impor.
Jika kamu membeli dalam jumlah besar dan tidak terburu waktu, jalur laut adalah pilihan terbaik.
Selain ongkosnya lebih rendah, jalur laut memungkinkan kamu mengimpor dalam bentuk kontainer penuh (Full Container Load) atau setengah kontainer (Less than Container Load).
Namun, pastikan kamu bekerja dengan freight forwarder berpengalaman yang bisa membantu pengurusan dokumen dan bea cukai.
Untuk produk ringan, bernilai tinggi, atau butuh cepat (misalnya gadget, aksesoris, atau bahan produksi mendesak), jalur udara lebih efisien.
Meskipun biaya lebih tinggi, waktu pengiriman yang cepat bisa menekan risiko stok kosong dan menjaga kelancaran bisnis.
Selain menekan ongkir, kamu juga bisa menghemat banyak lewat strategi negosiasi dan pengelolaan kurs mata uang.
Sebelum memesan barang, tanyakan apakah ada potongan harga untuk pembelian berulang atau kuantitas besar.
Banyak supplier China yang fleksibel terhadap pelanggan loyal. Kamu juga bisa minta free sample atau diskon ongkir untuk order pertama.
Banyak pelaku impor rugi karena tidak memperhatikan kurs saat mengirim uang ke supplier.
Bank konvensional biasanya mengenakan spread rate (selisih antara kurs beli dan jual) serta biaya tambahan dari bank perantara, sehingga nominal yang diterima supplier lebih kecil.
Gunakan layanan transfer internasional dengan kurs real-time dan transparan agar kamu tahu pasti berapa nilai yang diterima penerima dalam mata uang yuan (CNY).
Baca Juga: Bayar Supplier ke China, Kok Biayanya Jadi Lebih Besar?
Selain menekan biaya pengiriman, kamu juga bisa berhemat dari sisi pembayaran supplier.
Layanan seperti Flip Globe hadir untuk membantu pelaku bisnis Indonesia melakukan pembayaran internasional dengan biaya rendah dan kurs transparan.
Keunggulan Flip Globe untuk Pembayaran Supplier China:
Dengan Flip Globe, kamu bisa kirim uang ke lebih dari 50 negara termasuk China dengan proses mudah dan hasil yang bisa dilacak secara transparan.
Selain itu, sistem Flip Globe menampilkan estimasi nominal yang diterima penerima di awal transaksi, sehingga kamu bisa mengatur anggaran bisnis lebih akurat tanpa khawatir selisih kurs.
Dengan memilih jalur pengiriman yang tepat, melakukan negosiasi harga, dan menggunakan Flip Globe untuk transfer antarnegara, kamu bisa menekan pengeluaran dan menjaga keuntungan tetap maksimal.
Jadi, kalau kamu berencana mulai impor dari China tahun ini, pastikan kamu sudah menyiapkan strategi dan solusi keuangan terbaik lewat Flip Globe.
Share