
Flip Globe | 22 Oktober 2025
By : Anonim
Kalau kamu sering melakukan pembayaran ke luar negeri, terutama ke China, kamu mungkin pernah mengalami hal ini: nominal yang kamu kirim ternyata tidak sampai penuh ke rekening supplier. Padahal kamu sudah membayar biaya transfer di awal.
Nah, inilah yang disebut biaya tersembunyi atau hidden fees. Biaya ini sering tidak dijelaskan secara transparan oleh bank atau layanan transfer, tapi diam-diam memotong jumlah yang diterima penerima di akhir.
Bagi pelaku bisnis, terutama yang rutin impor barang dari China, hal seperti ini bisa mengganggu arus kas. Supplier bisa menolak pesanan kalau dana yang diterima kurang, dan kamu pun harus melakukan pembayaran tambahan.
Agar tidak rugi dua kali, kamu perlu tahu jenis-jenis biaya tersembunyi yang umum terjadi dan bagaimana cara menghindarinya.
Setiap transaksi internasional melibatkan lebih dari satu pihak, dan masing-masing bisa mengenakan biaya sendiri.
Di sinilah muncul berbagai potongan yang sering tidak disadari pengirim. Yuk bahas satu per satu agar kamu bisa lebih waspada.
Hampir semua bank konvensional mengenakan biaya administrasi transfer internasional. Nominalnya bervariasi, biasanya mulai dari Rp150.000 sampai Rp400.000 per transaksi.
Masalahnya, banyak orang mengira biaya ini sudah mencakup semua pengeluaran, padahal belum tentu. Biaya admin hanya mencakup jasa bank lokal untuk memproses transaksi, belum termasuk potongan dari bank perantara di luar negeri.
Selain itu, biaya admin juga bisa berbeda tergantung negara tujuan, jumlah transfer, dan mata uang yang digunakan. Jadi, pastikan kamu tahu detail biayanya sebelum mengirim uang dalam jumlah besar.
Baca Juga: Pemula Wajib Tahu, Cara Import Barang Dari China
Inilah biaya yang paling sering tidak disadari oleh pelaku bisnis. Saat kamu transfer uang lewat sistem SWIFT, transaksi akan melewati satu atau lebih bank koresponden yang bertugas meneruskan dana ke bank tujuan di China.
Setiap bank perantara ini bisa mengambil potongan antara USD 10 sampai USD 40 per transaksi. Jumlahnya memang terlihat kecil, tapi kalau kamu rutin kirim uang ke supplier setiap minggu, total potongannya bisa sangat besar.
Yang bikin repot, biaya ini tidak bisa diprediksi di awal, karena tiap bank perantara punya kebijakan sendiri. Akibatnya, uang yang sampai ke supplier bisa kurang dari nominal yang kamu kirim.
Selain biaya administrasi, ada juga biaya yang โtersembunyiโ dalam kurs konversi mata uang.
Misalnya, kurs pasar sebenarnya adalah Rp2.250 per yuan, tapi bank menetapkan kurs Rp2.300. Selisih Rp50 per yuan ini disebut spread, dan itulah keuntungan tambahan yang diambil bank dari setiap transaksi.
Mungkin kelihatannya kecil, tapi kalau kamu mengirim Rp100 juta, selisih kurs Rp50 saja bisa berarti kamu kehilangan sekitar CNY 217, atau lebih dari Rp450 ribu.
Spread kurs ini jarang dijelaskan secara terbuka, sehingga banyak pelaku bisnis tidak sadar bahwa mereka membayar lebih mahal dari yang seharusnya.
Baca Juga: Gampang! Begini Cara Menghitung Kurs Jual dan Kurs Beli
Beberapa bank juga menerapkan biaya konversi mata uang ganda. Misalnya, kamu mengirim uang dari rekening rupiah ke China dalam mata uang yuan (CNY), tapi sistem bank mengonversinya dulu ke dolar (USD) sebelum akhirnya ke yuan.
Setiap kali konversi terjadi, ada potongan tambahan dari kurs jual-beli antar mata uang. Ini membuat nilai akhirnya makin kecil ketika diterima supplier.
Tidak hanya pengirim yang terkena potongan, terkadang bank penerima di China juga mengenakan biaya untuk menerima dana internasional. Besarannya bisa sekitar CNY 50โ100 tergantung kebijakan masing-masing bank.
Supplier mungkin tidak mempermasalahkan jika jumlahnya kecil, tapi untuk transaksi besar atau rutin, potongan ini bisa menimbulkan selisih yang signifikan dari total invoice.
Baca Juga: Tutorial Transfer ke China Lewat Alipay Pake Flip Globe
Sekarang kamu sudah tahu berbagai sumber biaya tersembunyi. Lalu, bagaimana cara menghindarinya supaya transaksi bisnis tetap efisien? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.
Hal paling penting adalah memilih layanan transfer yang menampilkan semua biaya di awal. Jangan tergiur dengan promo biaya murah tanpa kejelasan.
Flip Globe, misalnya, menampilkan kurs dan total biaya secara real-time sebelum kamu melakukan transaksi.
Jadi kamu tahu persis berapa rupiah yang akan dipotong dan berapa yuan yang diterima supplier di China. Tidak ada biaya tambahan atau potongan mendadak di akhir.
Kurs konversi sering jadi sumber tersembunyi dari biaya besar. Jadi, selalu bandingkan kurs yang ditawarkan berbagai platform sebelum transfer.
Bank konvensional biasanya menggunakan kurs jual yang lebih tinggi dari kurs pasar. Sedangkan Flip Globe menawarkan kurs tengah yang kompetitif dan transparan, mengikuti nilai tukar aktual.
Dengan begitu, kamu bisa menghemat hingga ratusan ribu rupiah setiap kali melakukan transaksi besar.
Waktu transfer juga bisa memengaruhi biaya. Kalau kamu mengirim uang di akhir pekan atau hari libur, transaksi akan diproses pada hari kerja berikutnya. Kadang ada biaya tambahan atau selisih kurs baru saat transaksi akhirnya dijalankan.
Usahakan kirim di hari kerja dan jam operasional agar proses lebih cepat dan hasil konversi sesuai dengan perhitungan awal.
Jika memungkinkan, mintalah supplier kamu untuk menerima pembayaran dalam mata uang yang sama dengan yang kamu kirim. Misalnya, langsung dalam yuan (CNY), bukan dolar (USD).
Dengan cara ini, kamu bisa menghindari biaya konversi ganda yang sering terjadi saat sistem bank melakukan pertukaran antar mata uang.
Kalau kamu ingin menghindari semua biaya tersembunyi itu, Flip Globe bisa jadi solusi terbaik untuk pembayaran ke China.
Dengan Flip Globe, kamu bisa kirim uang langsung ke rekening supplier di China tanpa melalui bank perantara, sehingga:
Selain itu, Flip Globe juga diawasi langsung oleh Bank Indonesia, sehingga keamanan transaksi kamu terjamin sepenuhnya.
Bagi pelaku bisnis yang rutin bertransaksi dengan supplier di luar negeri, fitur ini sangat
Dengan memilih platform transfer yang transparan seperti Flip Globe, kamu bisa menghindari potongan tidak jelas dan memastikan supplier menerima uang secara penuh sesuai invoice.
Transaksi jadi lebih efisien, hemat, dan bebas stres.
Share